Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tidak Boleh Mencaci Sahabat Nabi Menurut Mbah Hasyim Asyari

 Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah Karya Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari


قال المؤلف رحمه الله تعالى:

 قال القاضي عياض في الشفا: وكان معظم فسادهم على الدين. وقد يدخل في أمور الدنيا بما يلقون بين المسلمين من العداوة الدينية التي تسرى لدنياهم. قال العلامة ملا على القارى في شرحه: وقد حرم الله تعالى الخمر والميسر لهذه العلة كما قال تعالى {إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ }. 

"Al Qodli Iyadl dalam kitab as Syifa berkata: Kebanyakan kerusakan mereka (Wahhabi) adalah pada masalah agama, dan telah masuk dalam urusan-urusan dunia dengan permusuhan keagamaan yang telah mereka sebarkan pada umat Islam, sehingga persoalannya merambat pada urusan dunia mereka. Al Allamah Mula Ali al Qori telah berkata dalam syarahnya: Allah telah mengharamkan khomr dan judi karena illah ini (menyebabkan permusuhan) berdasarkan firman Allah ta'ala:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ

"Sesungguhnya setan menginginkan untuk menimpakan permusuhan dan kebencian di antara kalian dalam khomr dan perjudian"

Catatan

Keberadaan Wahhabi bukan hanya membahayakan ajaran agama yang sesat dan menyesatkan umat, tetapi juga merembet pada persoalan dunia.

Karena dengan mengatas namakan ajaran agama yang diselewengkan mereka menanamkan benih-benih permusuhan di tengah-tengah umat Islam, sehingga menimbulkan permasalahan sosial dan keamanan di tengah-tengah masyarakat. 

Wahhabi diserupakan dengan khomr dan perjudian

Khomr dan perjudian diharamkan karena keduanya *bisa menimbulkan permusuhan di tengah umat Islam*. Wahhabi juga harus dijauhkan dari tengah umat Islam karena keberadaan mereka *juga dapat menimbulkan permusuhan di tengah umat Islam*.

ومنهم رافضيون يسبون سيدنا أبا يكر وعمر رضي الله عنهما ويكرهون الصحابة رضي الله عنهم ويبالغون هوى سيدنا علي وأهل بيته رضوان الله عليهم.

"Di antara mereka (kelompok menyimpang) adalah orang-orang Rofidloh, mereka mencaci maki Sayyidina Abu Bakar dan Umar Rodliyallahu anhuma, mereka membenci para sahabat -rodliyallahu 'anhum-, mereka berlebihan dalam mencintai Sayyidina Ali dan keluarganya -semoga Allah meridloi mereka semua-"

Catatan

Kelompok menyimpang selanjutnya yang disebutkan oleh Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari adalah kelompok Rofidloh atau Syi'ah.

⛔️ Kelompok Syi'ah adalah kelompok yang mengaku-ngaku sebagai pendukung dan pencinta Sayyidina Ali bin Abi Tholib dan ahlul bait, padahal Sayyidina Ali bin Abi Tholib tidak Ridlo akan hal itu dan beliau bukanlah bagian dari kelompok Rofidloh ini.

⛔️ Di antara ciri khas kelompok ini adalah:

1. Membenci, memusuhi dan mencaci maki para sahabat terutama Abu Bakr dan Umar ibn al Khoththob.

Padahal kesahabatan Abu Bakr telah ditetapkan dalam Al Qur'an.

 إِذۡ یَقُولُ لِصَـٰحِبِهِۦ لَا تَحۡزَنۡ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَاۖ 

[Surat At-Taubah 40]

Abu Bakr  adalah adalah wali Allah yang termulia, lebih mulia dari seluruh wali sejak zaman nabi Adam sampai kiamat, setelah itu Umar ibn Khoththob, Usman ibn Affan dan Ali bin Abi Tholib Rodliyallahu anhum.

2. Ghuluw (berlebihan) dalam memuji dan mensifati Sayyidina Ali bin Abi Tholib

Sebagian mereka mensifati beliau dengan sifat seorang Nabi

Sebagian mereka mensifati beliau dengan sifat ketuhanan.

 قال السيد محمد في شرح القاموس: وبعضهم يرتقي إلى الكفر والزندقة أعاذنا الله والمسلمين منها

"As Sayyid Muhammad dalam Syarah al Qomus mengatakan: Sebagian orang-orang Rofidloh kesesatannya naik sampai pada kekufuran dan kezindikan, semoga Allah melindungi kita dan umat Islam dari kelompok ini".

Catatan

Kelompok Syiah terpecah belah menjadi banyak kelompok. 

Sebagian ulama menyebut, kelompok ini terpecah menjadi 26 kelompok, 6 di antaranya adalah syi'ah yang ekstrim (ghulat)

⛔️ Sebagian mereka, kesesatannya tidak sampai pada batas kekufuran

Seperti syiah yang meyakini keutamaan Sayyidina Ali di atas sahabat yang lain tanpa mencela, memusuhi atau mengkafirkan Abu Bakr dan Umar.

⛔️ Sebagian yang lain, kesesatannya telah sampai pada batas kekufuran.

Mereka adalah seperti yang mensifati Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan sifat ketuhanan atau kenabian.

Seperti Syi'ah yang menafikan kesahabatan Abu Bakr serta mengkafirkan para sahabat. 

 قال القاضي عياض في الشفا: عن عبد الله بن مغفّل رضي الله عنه قال: قال رسولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: اللّهَ اللّهَ في أَصْحَابِي اللّهَ اللّهَ في أَصْحَابِي، لا تَتّخِذوهُمْ غَرَضاً بَعْدِي، فَمَنْ أَحَبّهُمْ فَبِحُبّي أَحَبّهُمْ، وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ فَبِبُغْضِي أَبْغَضَهُمْ، وَمَنْ آذَاهُمْ فَقَدْ آذَانِي، وَمَنْ آذَانِي فَقَدْ آذَى اللّهَ، وَمَنْ آذَى اللّهَ يُوْشِكُ أَنْ يَأْخُذَه

Al Qadli 'Iyadl dalam kitab as Syifa berkata: Dari Abdullah bin Mughoffal radliyallahu anhu berkata, Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda: (Aku berwasiat pada kalian untuk takut pada Allah) dalam bersikap pada para sahabatku, Janganlah kalian jadikan mereka sebagai sasaran (cacian) setelahku, barang siapa yang mencintai mereka maka dengan cintaku dia mencintai mereka dan barang siapa yang benci terhadap mereka maka dengan kebencianku dia membenci mereka, barang siapa yang menyakiti mereka maka dia telah menyakitiku, barang siapa yang menyakitiku maka dia telah menyakiti Allah dan barang siapa yang menyakiti Allah maka dikhawatirkan Allah akan mengadzabnya".

Catatan

Sahabat nabi adalah orang yang pernah bertemu dengan nabi di masa hidup nabi, beriman kepadanya dan mati dalam keadaan beriman. 

Sahabat nabi yang paling mulia adalah Abu Bakr as Shiddiq, Umar ibn al Khaththab, Utsman ibn Affan, Ali ibn Abi Tholib, dan 6 sahabat lainnya dari 10 sahabat yang dikabarkan akan masuk surga. 

⛔️ Hadits di atas adalah celaan terhadap kelompok Rofidloh yang membenci, mencaci bahkan mengkafirkan para sahabat Nabi seperti Abu Bakr, Umar ibn al Khaththab, sayyidah Aisyah dan lainnya. 

⛔️ Hadits ini juga celaan terhadap kelompok Khowarij yang juga membenci, mencela bahkan mengkafirkan para sahabat seperti Ali bin Abi Tholib, Mu'awiyah bin Sufyan, Amr ibn al Ash, Abu Musa al Asy'ari dan seluruh sahabat yang menyetujui tahkim.

⛔️ Orang yang membenci para sahabat diancam dengan adzab Allah.

وقال رسولُ اللّهِ صلى الله عليه وسلم: {لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِي، فَمَنْ سَبَّهُمْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالمَلاَئِكَةِ وَالنَاسِ أَجْمَعِيْنَ، لاَ يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ صَرْفاً ولاَ عَدْلاً}، وقال صلى الله عليه وسلم: {لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِي، فإنهُ يَجِىْءُ قَوْمٌ فِيْ آخِرِ الزَمَانِ يَسُبُّوْنَ أَصْحَابِيْ، فَلاَ تُصَلوّا عَلَيْهِمْ، وَلاَ تُصَلَوّا مَعَهُمْ، وَلاَ تناكِحُوْهُمْ، وَلاَ تُجَالِسُوْهُمْ، وَإِنْ مَرِضُوْا فَلاَ تَعُوْدُوْهُم }

Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mencaci para sahabatku, barang siapa mencaci mereka maka baginya laknat Allah, para malaikat dan semua manusia, Allah tidak menerima darinya ibadah yang fardlu dan yang sunnah". Rasulullah shallallahu alayhi wasallam juga bersabda: "Janganlah kalian mencaci para sahabatku, sesungguhnya akan datang di akhir zaman kaum yang mencaci para sahabatku, maka janganlah kalian menshalati (jenazah) mereka, dan jangan shalat bersama mereka, janganlah kalian saling menikahkan dengan mereka, jangan berteman dengan mereka, apabila mereka sakit jangan kalian jenguk mereka".

Catatan

Berdasarkan dua hadits di atas para ulama merinci hukum mencaci para sahabat:

1. Kufur 

Yaitu membenci dan mencaci seluruh para sahabat, tanpa terkecuali. 

2. Dosa besar

Yaitu mencaci sebagian sahabat saja. 

Jika yang dicaci adalah para wali dari kalangan sahabat seperti Abu Bakr, Umar ibn al Khaththab, Utsman ibn Affan dan Ali bin Abi Tholib serta semua sahabat yang tergolong sebagai as Sabiqun al Awwalun maka dosanya lebih berat

Allah ta'ala berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ

"Dan orang-orang yang dahulu serta awal (dalam masuk Islam), baik dari kalangan muhajirin maupun anshor dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam berbuat kebaikan, Allah meridloi mereka dan mereka Ridlo terhadap Allah"

Tidak termasuk mencaci sahabat orang yang mengatakan, orang yang memerangi Sayyidina Ali adalah bughot.

Karena hal itu sesuai dengan hadits mutawatir, bahwa Rasulullah shallallahu alayhi wasallam bersabda:

ويح عمار تقتله الفئة الباغية

"Sungguh kasian Ammar dibunuh oleh kelompok pemberontak" HR al Bukhari.

 وعنه صلى الله عليه وسلم: {مَنْ سَبَّ أَصْحَابِيْ فَاضْرِبُوْه}، وقد أعلم النبي صلى الله عليه وسلم أن سبهم وأذاهم يؤذيه، وآذى النبي صلى الله عليه وسلم حرام، فقال: {لاَ تُؤْذُوْني فِيْ أَصْحَابِيْ، وَمَنْ آذَاهُمْ فَقَدْ آذَانِيْ}، وقال: {لا تؤذوني في عائشة}، وقال في فاطمة رضي الله عنها: {بضعة مني، يؤذيني ما آذاها}.

"Barang siapa yang mencaci para sahabatku maka pukullah dia" Nabi telah memberitahu bahwa mencaci para sahabat dan menyakiti mereka adalah menyakiti Nabi, dan menyakiti Nabi shallallahu alayhi wasallam adalah haram. Rasulullah bersabda: Janganlah menyakitiku pada para sahabatku, barang siapa yang menyakiti mereka maka dia betul-betul telah menyakitiku". Beliau juga bersabda: "Janganlah kalian menyakitiku pada Aisyah". Beliau bersabda tentang Fatimah Rodiallahu anha: "Fatimah adalah bagian dariku, menyakitiku sesuatu yang menyakiti nya".

Catatan

Hadlratus Syaikh Hasyim Asy'ari membantah kelancangan kelompok Rofidloh dalam mencaci maki para sahabat, dengan menyebutkan beberapa hadits yang menegaskan bahwa mencaci dan menyakiti para sahabat sama dengan menyakiti Rasulullah shallallahu alayhi wasallam.

Sebagian hadits secara khusus mencela kelompok yang membenci dan mencaci sayyidah Aisyah rodliyallahu 'anha dan sayyidah Fathimah.

Kelompok Syi'ah Rofidloh adalah kelompok yang berlebihan dalam mencaci sayyidah Aisyah. Bahkan salah satu tokoh mereka menyatakan bahwa Aisyah sekarang ini sudah di neraka.

Intaha.

Posting Komentar untuk "Tidak Boleh Mencaci Sahabat Nabi Menurut Mbah Hasyim Asyari"