Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wasilah Cepat Terkabulkannya Doa dengan Menghilangkan Kesusahan Orang Lain

Ada beberapa Wasilah agar doa semakin cepat dikabulkan. 


Wasilah tersebut banyak sekali sumbernya. seperti ziarah kubur, memberi makan anak yatim, menghilangkan kesusahan orang lain dan masih banyak lagi macamnya.

 وَاِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلٰى مَيْسَرَةٍ ۗ وَاَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Dan diantara perbuatan taqwa adalah bersikap dermawan, ahli shodaqoh dan mau menghilangkan kesulitan-kesulitan sesama umat islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ (رواه مسلم)

Maknanya: “Barang siapa meringankan suatu kesulitan dunia dari seorang mukmin, maka Allah ringankan darinya kesulitan di antara kesulitan-kesulitan di hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang yang kesulitan, maka Allah mudahkan urusan baginya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)

Lafadz "kurbatan" yang disebutkan dalam hadits di atas adalah kesulitan besar yang menyebabkan seseorang dirundung kebingungan dan kesedihan. Sedangkan lafdz "naffasa" maknanya adalah meringankan beban seseorang dari kesulitan tersebut. 

Al-Baihaqi meriwayatkan dari hadits Anas secara marfu’ bahwa suatu ketika salah seorang penghuni surga di hari kiamat melihat ke arah penduduk neraka

Lalu salah seorang penghuni neraka berseru memanggilnya: “Wahai fulan, apakah engkau mengenaliku?” Penghuni surga pun menjawab: “Tidak, aku tidak mengenalimu, siapakah engkau?” Penghuni neraka itu lalu berkata: “Aku yang pernah bertemu denganmu di dunia dan engkau meminta seteguk air dariku lalu aku memberikannya kepadamu.” 

Penghuni surga itu kemudian menjawab: “Ya, aku kenal”. Lalu penghuni neraka itu pun berkata: “(Jika begitu) mohonkanlah pertolongan pada Allah untukku.” Nabi bersabda: “Lalu ia memohon kepada Allah dan berkata: “Jadikanlah aku pemberi syafaat untuknya.” Maka diterimalah syafa’atnya untuk penghuni neraka itu sehingga diperintahkan kepada para malaikat untuk mengeluarkan orang tersebut dari neraka.”

Perlu kita ketahui bahwa berbagai kesulitan dunia jika dibandingkan dengan kesulitan-kesulitan di akhirat maka tidak ada apa-apanya. 

Dalam Shahih al-Bukhari dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُم فِي الْأَرْضِ سَبْعِيْنَ ذراعًا، وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ 

(رواه البخاري)

Maknanya: “Banyak orang yang bercucuran keringat di hari kiamat hingga menetes di tanah setinggi 70 hasta dan mengekang mereka hingga tingginya mencapai telinga-telinga mereka” (HR. al-Bukhari)

Dalam Shahih Muslim dari al-Miqdad ibn al-Aswad berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

تُدْنِي الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ فَيَكُوْن النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا (رواه مسلم)

Maknanya: “Pada hari kiamat, matahari akan mendekat kepada para hamba sehingga jaraknya dari mereka sekitar satu mil, maka orang-orang akan bercucuran keringat sesuai dengan amal mereka, di antara mereka ada yang keringatnya mencapai kedua mata kaki, ada yang mencapai dua lutut, ada yang mencapai dada dan ada yang terkekang mulutnya dengan keringatnya” (HR. Muslim) 

Allah telah menegaskan tentang hari kiamat bahwa hari itu adalah hari yang sulit dan tidak mudah bagi orang-orang kafir. Kemudahan di hari itu hanya berlaku untuk orang mu'min. 

Allah ta’ala berfirman:

وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الكَافِرِينَ عَسِيرًا (الفرقان: 26)

Maknanya: “Dan itulah hari yang sulit bagi orang-orang kafir”. (QS. Al-Furqan: 26)   

Memudahkan orang yang kesulitan di dunia dalam segi harta adalah dengan salah satu dari dua hal:

Pertama, pada masalah menagih hutang dengan memberikan waktu penundaan hingga mendapatkan kemudahan (mampu membayar hutangnya). Hal ini hukumnya adalah wajib berdasarkan firman Allah ta’ala:

 وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إلَىَ مَيْسَرَةٍ (البقرة: ٢٨٠)

Maknanya: “Dan jika (orang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan” (QS. Al-Baqarah: 280)   

Kedua, dengan membebaskan hutang dari tanggungannya jika orang yang memberi kemudahan adalah orang yang menghutanginya. 

Jika bukan, maka dengan memberikan harta pada orang yang terlilit hutang tersebut agar ia bisa menghilangkan kesulitannya. 

Dua hal ini memiliki keutamaan dan pahala yang agung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 كَانَ تَاجِرٌ يُدَايِنُ النَّاسَ فَإِذَا رَأَى مُعْسِرًا قَالَ لِفِتْيَانِهِ تَجَاوَزُوْا عَنْهُ لَعَلَّ اللهَ يَتَجَاوَزُ عَنَّا فَتَجَاوَزَ اللهُ عَنْهُ (رواه البخاري ومسلم)

Maknanya: “Ada seorang pedagang yang menghutangi orang-orang, maka jika ia melihat orang yang kesulitan membayar hutang, ia berkata kepada para pembantunya: Biarkan dan bebaskan dia, mudah-mudahan Allah mengampuni dan membebaskan kita, maka Allah pun mengampuni dosa-dosa pedagang tersebut”. (HR. al Bukhari dan Muslim)   

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

مَاتَ رَجُلٌ فَقِيْلَ لَهُ بِمَ غَفَرَ اللهُ لَكَ؟ فَقَالَ كُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ فَأَتَجَّوَزُ عَنِ المُوْسِرِ وَأُخَفِّفُ عَنِ المُعْسِرِ (رواه البخاري ومسلم)

Maknanya: “Suatu ketika ada seorang laki-laki yang meninggal, maka ditanyakan kepadanya: dengan sebab apa Allah mengampuni dosa-dosamu?. Maka ia menjawab: Aku berdagang dan berjual beli dengan banyak orang, maka aku bersikap mempermudah terhadap orang-orang yang berkecukupan dan bersikap meringankan pada orang-orang yang kesulitan” (HR. al-Bukhari dan Muslim)   

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَرَادَ أَنْ تُسْتَجَابَ دَعْوَتُهُ وَأَنْ تكُشَفَ كُرْبَتُهُ فَلْيُفَرِّجْ عَنْ مُعْسِرٍ (رواه أحمد)

Maknanya: “Barang siapa yang ingin dikabulkan doanya dan diangkat kesulitannya, hendaklah ia membebaskan orang lain yang sedang mengalami kesulitan” (HR. Ahmad).

Demikian kajian singkat ini, Semoga bermanfaat dan membangkitkan semangat kita untuk bisa berbagi pada orang yang membutuhkan. Dan mari kita doakan mudah-mudahan saudara-saudara kita yang sedang mengalam musibah ataupun mengalami kesulitan-kesulitan diberi ketabahan dan kesabaran serta jalan keluar oleh Allah ta'ala.

Posting Komentar untuk "Wasilah Cepat Terkabulkannya Doa dengan Menghilangkan Kesusahan Orang Lain"