NEWS

17.835 Jamaah Haji Berangkat dari Embarkasi Surabaya

Surabaya - Operasional pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Surabaya memasuki hari ke-14 dengan capaian 17.835 jamaah dan petugas yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Jumlah tersebut setara sekitar 40 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.


Berdasarkan laporan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya per 4 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, total jamaah yang telah diberangkatkan terdiri atas 8.338 laki-laki dan 9.497 perempuan yang tergabung dalam 47 kelompok terbang (kloter).

Pada hari yang sama, Embarkasi Surabaya kembali memberangkatkan satu kloter berjumlah 380 orang sehingga total kumulatif keberangkatan mencapai 17.835 orang.

Secara keseluruhan, Embarkasi Surabaya tahun ini dijadwalkan memberangkatkan 44.080 orang, yang terdiri atas 42.109 jamaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kloter.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan operasional pemberangkatan sejauh ini berjalan tertib dan lancar berkat koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, proses pemberangkatan berjalan tertib, lancar, dan seluruh kloter dapat diberangkatkan tepat waktu. Mekanisme mutasi juga berjalan efektif sehingga mampu menekan jumlah kursi kosong,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Dalam pelaksanaan operasional, tercatat terdapat 51 mutasi keluar yang disebabkan berbagai faktor, antara lain jamaah sakit di rumah sakit sebanyak 12 orang, kondisi hamil satu orang, pendamping enam orang, tunda keberangkatan delapan orang, perpindahan kloter 18 orang, serta enam kursi kosong karena alasan teknis.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 kursi berhasil diisi kembali melalui mutasi masuk dari jamaah cadangan maupun jamaah yang telah memiliki nomor kloter. Dengan demikian, jumlah kursi kosong atau open seat tersisa 25 kursi.

Selain itu, PPIH juga mencatat sebanyak 11 jamaah mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, terdiri atas tujuh jamaah sakit dan empat pendamping.

Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, seluruh 47 kloter yang telah diberangkatkan mencatatkan On Time Performance (OTP) 100 persen atau berangkat sesuai jadwal.

Sementara itu, hingga saat ini terdapat laporan satu jamaah wafat di Arab Saudi. Informasi detail telah disampaikan melalui keterangan resmi sebelumnya.

Pada 5 Mei 2026, Embarkasi Surabaya dijadwalkan menerima kedatangan 1.520 jamaah dari empat kloter yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, di antaranya Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Jember, Jombang, Pasuruan, Banyuwangi, Tulungagung, Lumajang, dan Kota Malang.

PPIH Embarkasi Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai standar pelayanan guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah haji para jamaah.

Separuh jamaah Haji Surabaya Sudah Terbang

Operasional pemberangkatan jamaah haji Embarkasi Surabaya memasuki hari ke-16 dengan capaian hampir 50 persen dari total kuota musim haji 1447 H/2026 M. Hingga Rabu (6/5/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 21.246 jamaah dan petugas telah diterbangkan ke Tanah Suci dalam 56 kelompok terbang (kloter).

Berdasarkan data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, total rencana pemberangkatan tahun ini mencapai 44.080 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 42.109 jamaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kloter.

Secara kumulatif hingga 5 Mei 2026, sebanyak 19.728 jamaah telah diberangkatkan melalui 52 kloter. Pada hari berikutnya, tambahan 1.518 jamaah dari empat kloter diterbangkan sehingga total keberangkatan mencapai 21.246 orang.

Dari jumlah tersebut, jamaah perempuan mendominasi dengan 11.366 orang, sedangkan jamaah laki-laki sebanyak 9.880 orang.

PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat 75 mutasi keluar yang memengaruhi ketersediaan kursi keberangkatan. Namun, 41 kursi berhasil terisi kembali melalui mutasi masuk sehingga tersisa 34 kursi kosong.

Mutasi keluar terjadi karena berbagai alasan, di antaranya jamaah sakit, hamil, penundaan keberangkatan, perpindahan kloter, hingga alasan teknis. Sementara itu, mutasi masuk berasal dari jamaah cadangan maupun pengalihan nomor kloter untuk mengisi kursi kosong.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan proses pemberangkatan berjalan tertib dan lancar berkat koordinasi lintas sektor.

“Seluruh kloter yang diberangkatkan sejauh ini berjalan tepat waktu. Mekanisme mutasi juga efektif dalam mengoptimalkan keterisian kursi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan terhadap jamaah yang mengalami kendala kesehatan tetap menjadi prioritas utama agar dapat diberangkatkan pada kesempatan berikutnya.

Dari sisi ketepatan waktu penerbangan, seluruh 54 kloter yang telah diberangkatkan mencatat On Time Performance (OTP) 100 persen tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.

Sementara itu, masih terdapat lima calon jamaah haji yang tertunda keberangkatannya di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Mereka terdiri atas empat jamaah sakit dan satu pendamping yang masih menjalani penanganan.

Pada 7 Mei 2026, sebanyak 1.140 jamaah dari tiga kloter dijadwalkan tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Jombang, Kediri, Mojokerto, dan Kota Malang.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar