Antrean Haji di Aceh 145 Ribu Orang, Masa Tunggu 26 Tahun
Banda Aceh - Jumlah daftar tunggu (waiting list) jamaah haji di Provinsi Aceh hingga saat ini mencapai 145.708 orang dengan estimasi masa tunggu keberangkatan sekitar 26 tahun.
Data tersebut disampaikan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, dalam sambutannya saat pelepasan jamaah haji kloter 1 di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh, Selasa (5/5/2026).
Pelepasan jamaah kloter pertama ini dilakukan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, serta dihadiri unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat terkait.
Arijal menjelaskan, tingginya angka waiting list menunjukkan antusiasme masyarakat Aceh untuk menunaikan ibadah haji yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan kebijakan terbaru pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah, sistem pembagian kuota kini dilakukan secara transparan dan berbasis proporsi daftar tunggu di masing-masing provinsi, sehingga masa tunggu secara nasional relatif seragam, yakni sekitar 26 tahun.
Ia juga melaporkan komposisi jamaah haji Aceh tahun ini didominasi usia produktif sebesar 57,8 persen dengan kondisi fisik relatif stabil. Sementara itu, sebanyak 41,7 persen jamaah berusia di atas 60 tahun, dan 2,7 persen di antaranya merupakan lanjut usia di atas 80 tahun.
Untuk jamaah tertua, tercatat atas nama Ramlah Sali (101) asal Langsa yang tergabung dalam kloter 4. Sedangkan jamaah termuda adalah Muhammad Al-Faruq Ad-Dawami (15) asal Bener Meriah yang tergabung dalam kloter 14.
Arijal menambahkan, seluruh proses pelayanan jamaah haji Aceh dipusatkan di Asrama Haji Embarkasi Aceh. Layanan tersebut meliputi penerimaan jamaah, pemeriksaan kesehatan akhir, distribusi dokumen perjalanan, pembagian living cost, konsumsi, akomodasi, hingga proses pemberangkatan ke Tanah Suci.
“PPIH bersama seluruh instansi terkait terus berupaya memberikan pelayanan prima, humanis, ramah lansia, serta sigap dalam membantu kebutuhan jamaah, khususnya jamaah lanjut usia, risiko tinggi, dan disabilitas,” ujarnya.
Pada penyelenggaraan haji tahun ini, lanjutnya, terdapat sejumlah kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi, salah satunya kewajiban penggunaan Kartu Nusuk bagi seluruh jamaah. Kartu tersebut menjadi identitas resmi sekaligus akses layanan selama berada di Makkah, Madinah, dan Armuzna.
“Kami mengimbau seluruh jamaah agar menjaga Kartu Nusuk dengan baik dan selalu membawanya selama menjalankan ibadah haji,” katanya.
Selain itu, Pemerintah Arab Saudi juga memperketat pengawasan terhadap dokumen dan pergerakan jamaah guna memastikan keamanan dan ketertiban pelaksanaan ibadah haji.
Dengan masa tunggu yang panjang, Arijal mengingatkan bahwa kesempatan berangkat haji tahun ini merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menjaga kesehatan, mematuhi aturan, serta menjaga nama baik Aceh selama berada di Tanah Suci.
“Kami berharap jamaah dapat memperbanyak ibadah dan doa, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk kemajuan dan keberkahan bagi Aceh dan Indonesia,” pungkasnya.
Kloter 1 Menuju Tanah Suci, jamaah Aceh Tempati Pemondokan di Jarwal
Kelompok terbang (kloter) 1 jamaah haji Aceh resmi diberangkatkan menuju Tanah Suci, dengan seluruh jamaah dijadwalkan menempati pemondokan di wilayah Jarwal, Mekkah.
Sebanyak 393 jamaah kloter pertama dilepas oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh, Selasa (5/5/2026), sebelum bertolak ke Arab Saudi.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan pemondokan jamaah Aceh selama di Mekkah tahun ini terpusat di kawasan Jarwal. "Seluruh jamaah haji Aceh akan menempati pemondokan di wilayah Jarwal selama berada di Mekkah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi pemondokan tersebut berjarak sekitar 2,6 kilometer dari Masjidil Haram. Untuk menunjang mobilitas jamaah, pemerintah menyediakan layanan bus shalawat yang beroperasi selama 24 jam. "Bus selawat akan mengantar dan menjemput jamaah dari pemondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya, sehingga jamaah tidak perlu berjalan jauh,” jelasnya.
Kloter 1 terdiri dari 393 jamaah yang berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar, dengan rincian 287 jamaah dari Banda Aceh dan 100 jamaah dari Aceh Besar, serta didampingi enam orang petugas kloter. Dari total tersebut, 153 jamaah laki-laki dan 240 perempuan.
jamaah termuda pada kloter ini adalah Maisya Alkhansa Mukammil (19) asal Banda Aceh, sedangkan jamaah tertua adalah Tihawa (88) asal Aceh Besar.
Sesuai jadwal, jamaah diberangkatkan dari asrama menuju Bandara Sultan Iskandar Muda pada Selasa malam dan dijadwalkan terbang pada Rabu dini hari (6/5) menuju Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Mekkah.
Arijal mengimbau jamaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji, mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup panas.
“Kami mengingatkan jamaah agar tidak memaksakan diri dan tetap menjaga kondisi fisik selama beribadah,” pungkasnya.

