Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makna Bait Ke 18 Nadhom Aqidatul Awamm Kisah Nabi Sulaiman 'Alaihissalaam

 Ngaji Kitab Aqidatul Awam 18-5


قال المؤلف رحمه الله تعالى:

شعيب هارون وموسى واليسع # ذو الكفل داود سليمان اتبع

"Syu'aib, Harun, Musa dan Ilyasa', Dzulkifli, Dawud, Sulaiman".

Penjelasan

Nama-nama Nabi yang wajib (kifayah) diketahui adalah:

19. Nabi Sulaiman 'Alaihissalaam

Nasabnya adalah Sulaiman ibn Dawud ibn Iisya dan seterusnya sama dengan Nasab nabi Dawud di atas.

Nabi Sulaiman adalah pewaris nabi Dawud, baik dalam kekuasaan maupun kenabian.

Allah ta'ala berfirman:

وَوَرِثَ سُلَیۡمَـٰنُ دَاوُۥدَۖ وَقَالَ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمۡنَا مَنطِقَ ٱلطَّیۡرِ وَأُوتِینَا مِن كُلِّ شَیۡءٍۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡمُبِینُ

[Surat An-Naml 16]

"Sulaiman telah mewarisi nabi Dawud, nabi Sulaiman berkata: Wahai manusia kami telah diajari pembicaraan burung dan kami telah diberi segala sesuatu, sesungguhnya ini benar-benar keutamaan yang nyata".

Nabi Sulaiman dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa dan ahli dalam bidang hukum dan politik sejak masih kecil.

Empat tahun setelah berkuasa, Nabi Sulaiman membangun kembali masjid al Aqsho, melaksanakan wasiat ayahnya (nabi Dawud).

Orang yang pertama kali membangun masjid al Aqsho adalah nabi Adam 'alayhissalam, 40 tahun setelah membangun al Masjid al Haram.

Nabi Sulaiman memiliki keistimewaan yang sangat banyak, selain kenabian di antara keutamaannya adalah beliau bisa memahami bahasa burung dan binatang lainnya, manusia, jin dan syetan seluruhnya tunduk kepadanya, beliau menguasai bumi seluruhnya, angin juga tunduk kepadanya, sehingga bisa beliau perintahkan untuk membawa beliau ke mana saja.

Kisah nabi Sulaiman disebutkan di dalam al Qur'an, di antara kisah nabi Sulaiman yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah:

  • ✓Kisah nabi Sulaiman kecil bersama ayahnya dalam memutuskan persengketaan tentang seekor kambing milik seseorang yang memakan tanaman milik orang lain di malam hari
  • ✓Kisah nabi Sulaiman bersama semut
  • ✓Kisah nabi Sulaiman bersama Bilqis, ratu Saba'

dan masih banyak lagi kisah kisah menarik lainnya tentang Nabi Sulaiman.

قال تعالى: (فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَن لَّوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ) سورة سبأ/١٤. 

معنى الآية: فلما أمضينا قضاءنا على سليمان بالموت فمات 

(مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ) يقول: لم يدل الجن على موت سليمان 

(إِلا دَابَّةُ الأرْضِ) وهي الأرضة وقعت في عصاه التي كان متكئًا عليها فأكلتها..

Termite/Rayap = أرضة

Binatang rayap adalah bintang yang menyebabkan bangsa jin dan para tukang sihir di masa Nabi sulaiman jadi tahu bahwa Nabi Sulaiman 'Alayhissalam telah wafat, dan ketahuilah bahwa jasad para Nabi akan tetap utuh sampai hari kiamat.

Saat sebelum Nabi Sulaiman 'Alayhissalam meninggal, beliau berdiri bersandar pada tongkatnya sampai beliau wafat dalam keadaan berdiri bersandar pada tongkatnya, sampai beliau wafat dalam keadaan masih bersandar seperti orang hidup.

Hingga berlalu beberapa waktu, bangsa jin tetap ketakutan karena menyangka beliau masih hidup, disini dapat diketahui bahwa bangsa jin sama halnya dengan kita yaitu tidak mengetahui perkara ghaib karena tidak ada satu mahlukpun yang mengetahui semua perkara ghaib termasuk Rasulullaah shallallahu 'alayhi wasallam kecuali sebagiannya saja yang telah di wahyukan oleh Allaah kepada beliau.

Sampai akhirnya rayap memakan tongkatnya hingga patah, dan jatuhlah jasad Nabi Sulaiman, maka saat itu tahulah bangsa jin bahwa beliau telah wafat.

Nabi Sulaiman wafat pada usia 52 tahun, berkuasa selama 40 tahun dan dimakamkan di Baitul Maqdis Palestina. 

Harut dan Marut

Pada zaman Nabi Sulaiman, Harut dan Marut adalah dua malaikat yang diperintahkan Allah turun ke bumi kepada manusia yang saat itu sangat dekat dengan sihir dan mahir mempraktikkan ilmu sihir, mereka mengaku sebagai nabi dengan memperlihatkan sihir mereka. 

Harut dan Marut diperintahkan untuk mengajarkan sihir kepada manusia sebagai ujian dan supaya mereka bisa membedakan antara sihir dan mu'jizat, karena sesungguhnya sihir bisa dikalahkan dengan sihir yang lebih kuat berbeda dengan mu'jizat yang tidak bisa dikalahkan dengan sihir apapun.

Diajarkannya sihir bukan untuk dipraktikkan, akan tetapi untuk dijauhi.

Sebagaimana yang disebutkan ayat:

(حَتَّىٰ یَقُولَاۤ إِنَّمَا نَحۡنُ فِتۡنَةࣱ فَلَا تَكۡفُرۡۖ )

“Sesungguhnya kami hanya cobaan (ujian) bagimu, maka sebab itu janganlah kamu kafir (dengan mempelajari sihir dan meyakininya sebagai kebenaran)". 

Pendekatannya sebagaimana halnya diajarkan penjelasan tentang maksiat, untuk dihindari bukan dilakukan. 

Sungguh tidak benar alias DUSTA BESAR kisah yang disebutkan oleh sebagian orang bahwa keduanya adalah malaikat yang diturunkan ke bumi dengan dibekali hawa nafsu, kemudian berbuat keji dengan seorang perempuan cantik, meminum minuman keras, membunuh anak kecil dan berbuat syirik. Al Imam al Baydlawi dalam kitab tafsirnya (tafsir surat Albaqarah ayat:102) mengatakan bahwa cerita DUSTA ini bersumber dari yahudi.

Karena menyalahi Ayat Al Qur'an, bahwa Malaikat tidak pernah berbuat maksiat.

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ قُوۤا۟ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِیكُمۡ نَارࣰا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَیۡهَا مَلَـٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظࣱ شِدَادࣱ لَّا یَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَاۤ أَمَرَهُمۡ وَیَفۡعَلُونَ مَا یُؤۡمَرُونَ

[Surat At-Tahrim 6]

"Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, di atasnya ada malaikat-malaikat yang kasar dan keras, mereka tidak bermaksiat terhadap apa yang telah Allah perintahkan kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka"

Ayat ini menjelaskan tentang sebagian dari sifat dari para malaikat, yaitu bahwa mereka selalu menjalankan perintah Allah dan tidak pernah bermaksiat kepada-Nya.

Berdasarkan ayat ini pendapat yang mengatakan bahwa Iblis adalah malaikat, apalagi gurunya para malaikat adalah tidak benar alias DUSTA.

Karena Iblis bukan hanya tidak menjalankan perintah Allah untuk sujud hormat kepada nabi Adam, tetapi bahkan dia telah kufur kepada Allah dengan protes kepada Nya.

Allah ta'ala berfirman:

وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَـٰۤىِٕكَةِ ٱسۡجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوۤا۟ إِلَّاۤ إِبۡلِیسَ كَانَ مِنَ ٱلۡجِنِّ فَفَسَقَ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِۦۤۗ 

[Surat Al-Kahfi 50]

"Dan ketika Kami (Allah) berkata kepada para malaikat: Sujudlah kalian (sujud untuk hormat) pada Adam, kemudian mereka sujud kecuali Iblis, dia berasal dari jin, dia membangkang terhadap perintah tuhannya" 

Ayat di atas juga menegaskan bahwa iblis adalah jin, bukan malaikat. Hanya saja dahulu sebelum kufur, Iblis beribadah kepada Allah di dalam surga bersama para malaikat. 

Jadi jelas bahwa, Ayat ini juga menjelaskan bahwa kisah dua malaikat, Harut Marut bahwa keduanya turun ke bumi untuk menjelaskan PERBEDAAN Sihir dan mukjizat sebagaimana dijelaskan dalam Q.S al Baqoroh: 102.

Sedangkan kisah Harut dan Marut berbuat maksiat, yakni minum khomr, berzina dan membunuh tanpa haq adalah kisah DUSTA.

Catatan:

Sujud kepada manusia dengan tujuan hormat dalam syariat para nabi sebelum nabi Muhammad diperbolehkan, seperti yang dilakukan oleh para malaikat pada nabi Adam, dan saudara nabi Yusuf pada nabi Yusuf.

Sedangkan sujud pada manusia untuk hormat, dalam syariat nabi Muhammad diharamkan, meskipun orang yang melakukannya tidak jatuh pada kekufuran.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  bersabda:

لو كنت آمرا أحدا أن يسجد لأحد لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها

"Sekiranya saya (Muhammad) boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya saya akan memerintahkan seorang perempuan sujud pada suaminya" HR Ahmad.

Intaha

Bersambung

الله موجود بلا مكان

Allaah Ada Tanpa Tempat

Posting Komentar untuk "Makna Bait Ke 18 Nadhom Aqidatul Awamm Kisah Nabi Sulaiman 'Alaihissalaam"