Makna Hadits Nabi: Saya telah menjadi Nabi saat Adam antara ruh dan jasad
Banyak sekali yang salah paham bahkan tidak bisa memahami hadits ini. Diantara kebanyakan orang justru mengartikan secara tekstual atau secara dzahir haditsnya. Padahal tidak demikin.
Berikut penjelasan dari guru kami bahwa Hadits ini adalah sebagai berikut:
قال رجلٌ يُسَمَّى مَيْسَرَةَ الفَجْرِ:
يا رسولَ اللهِ، متى كُنتَ نبيًّا؟
قال ﷺ: كُنتُ نبيًّا وَآدَمُ بَيْنَ الرُّوحِ وَالْجَسَد.
الرسولُ ﷺ يَعني بهذا الكلامِ أنّه كان معروفا مشهورا بوصفِ الرِّسالةِ والنبوّةِ بينَ الملائكةِ في الوقتِ الذي كان ءادمُ بينَ الرُّوحِ والجَسَد، أي لم يَتِمَّ هيكلُه. في ذلك الوقتِ كان الرسولُ صلى اللهُ عليه وسلم مشهورا في الملإِ الأعلى، أي عندَ الملائكة، أنّ محمّدا سيبعثه اللهُ تعالى ويُرسله.
وأمّا جسدُه صلى اللهُ عليه وسلم فقد خُلِق بعدَ جميعِ الأنبياءِ، فمن حيثُ الجَسَدُ هو آخِرُ الأنبياءِ، أمّا من حيثُ شُهرتُه عندَ الملائكة، في ملائكةِ العرشِ وملائكةِ السمواتِ السبع، فقد شُهِرَ قبلَ الأنبياءِ، قبلَ كلِّ واحدٍ منهم.
فلذلك نقول: رسول اللهِ أفضلُ خَلْقِ الله، وأكرمُ خَلْقِ الله على الله، وأحبُّ خَلْقِ الله إلى الله، لكن لا نقول أوّلَ خَلْقِ الله كما يقولُ بعضُ الناسِلأنّ ذلك غيرُ صحيح.
أوّلُ خَلْقِ الله على الإطلاقِ: الماءُ، ثمّ العرشُ، ثمّ القلمُ الأعلى، ثمّ اللوحُ المحفوظ. هؤلاء الأربعةُ هم أوّلُ خَلْقِ الله. ثمّ آخِرُ أنواعِ الخَلْقِ هو ءادمُ عليه السلام. ءادمُ عليه السلام هو آخِرُ خَلْقِ الله باعتبارِ أصنافِ العوالمِ وأنواعِ المخلوقات.
Berkata seorang laki-laki yang bernama Maysaroh al Fajri, dia berkata: "Wahai Rosulullah, Sejak kapan Engkau menjadi Nabi??
Nabi menjawab: "Saya menjadi Nabi saat Adam Antara Ruh dan Jasad".
Rasulullah ﷺ dengan perkataan ini maksudnya adalah bahwa beliau telah dikenal dan masyhur (populer) dengan sifat kerasulan dan kenabian di kalangan para malaikat pada waktu ketika Adam masih berada di antara ruh dan jasad, yakni ketika bentuk jasadnya belum sempurna. Pada saat itu Rasulullah ﷺ sudah terkenal di alam tinggi (al-malā’ al-a‘lā), yaitu para malaikat telah mengenal nama utusan yang mulia ini, bahwa Nabi Muhammad akan diangkat menjadi Nabi dan Rasul oleh Allah Ta‘ala.
Adapun jasad beliau Nabi Muhammad ﷺ, maka ia diciptakan setelah seluruh para nabi, yakni lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Gajah. Dari sisi jasad, beliau adalah nabi yang terakhir. Namun dari sisi ketenarannya (Populer) namanya di kalangan para malaikat—baik malaikat ‘Arsy maupun malaikat langit yang tujuh, seluruhnya — Nama beliau telah dikenal sebelum para nabi, bahkan sebelum masing-masing dari mereka. Hal ini dibuktikan bahwa nama Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir tercantum di kitab-kitab para Nabi sebelum beliau.
Oleh karena itu, kami mengatakan: Rasulullah Muhammad ﷺ adalah makhluk Allah yang paling utama, makhluk Allah yang paling mulia menurut Allah, dan makhluk Allah yang paling dicintai oleh Allah. Akan tetapi kami tidak mengatakan bahwa beliau adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang, karena hal itu tidak benar.
Makhluk Allah yang pertama secara mutlak adalah air, kemudian ‘Arsy, kemudian Qalam A‘la (Pena), lalu Lauḥ Maḥfūẓ. Keempat inilah makhluk Allah yang pertama kali diciptakan. Adapun jenis makhluk yang terakhir adalah Adam ‘alaihis salām (sebagai manusia, bukan kera. Karena dusta besar orang yang mengatakan bahwa manusia berasal dari kera, na'udzubillah). Adam ‘alaihis salām adalah makhluk Allah yang terakhir berbentuk manusia jika ditinjau dari jenis-jenis alam dan ragam makhluk.
Wallahu a'lam wa ahkam.
