NEWS

Hindari berbohong

Saudara-saudaraku seiman…


Allah Subhanahu wata’ala memerintahkan kita untuk mengerjakan kebaikan dan melarang kita melakukan keburukan, demikian pula Rasul-Nya yang mulia diutus oleh Allah untuk mengajarkan kebaikan kepada umat manusia, mengajak mereka kepada akhlak-akhlak yang baik dan mulia sebagaimana ditegaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

Maknanya: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang mulia" (H.R. al Baihaqi dalam as-Sunan al Kubra).

Salah satu sifat yang agung, yang Allah perintahkan dan Rasulullah anjurkan adalah kejujuran (ash-Shidq) dan di antara sifat-sifat yang keji dan dilarang adalah berbohong. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam shahih-nya dari Abdullah ibn Mas’ud radliyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى البِرِّ وَإِنَّ البِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الجَنَّةِ, وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّىْ الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا, وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الفُجُوْرِ وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبَ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا.

Saudara-saudaraku seiman…

Makna hadits ini adalah bahwa kejujuran membawa kepada amal shalih yang bersih dari setiap cacat dan mengantarkan ke surga, dan kebohongan membawa orang untuk  menyimpang dari istiqamah dan terseret ke dalam perbuatan-perbuatan maksiat yang mengantarkan ke neraka. 

Jadi hadits ini mengandung anjuran agar senantiasa berupaya untuk bersikap jujur, yakni menyengaja dan mengupayakan untuk bersikap jujur. Hadits ini juga mengandung peringatan agar tidak berbohong dan meremehkan sikap berbohong karena jika seseorang meremehkan kebohongan ia akan banyak berbohong dan dikenal suka berbohong. 

Sedangkan sabda Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam:  حتى يكتب عند الله صديقا"”  dan "حتى يكتب عند الله كذابا" Maksudnya ia akan dihukumi seperti itu dan berhak disifati dengan derajat dan pahala orang-orang yang berperilaku jujur atau berhak menyandang sifat dan siksa bagi para pembohong, artinya hal itu dinampakkan oleh Allah kepada para makhluk, ada kalanya dia terkenal dengan salah satu di antara dua sifat tersebut di kalangan para malaikat dan ada kalanya hal itu Allah munculkan di hati dan lidah kalangan manusia sehingga diterima banyak orang atau dibenci banyak orang, karena kebohongan jika berulang-ulang dilakukan akan menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan, maka ketika itulah seorang manusia tercatat sebagai seorang pembohong, kita memohon kepada Allah ta’ala agar menggolongkan kita bersama orang-orang yang bersikap jujur.

Saudara-saudaraku seiman…

Kebohongan yang akan kita jelaskan ini, adalah berbicara yang berbeda dengan kenyataan padahal dia tahu bahwa itu berbeda dengan kenyataan. Sebagian jenis kebohongan adalah dosa besar, ada pula yang merupakan dosa kecil dan ada pula yang termasuk kekufuran wal ‘iyadzu billah. Jika kebohongan  tidak membahayakan seorang muslim maka tergolong dosa kecil, akan tetapi berhati-hatilah -Wahai saudaraku- karena dosa kecil tidak boleh diremehkan, kita tahu gunung itu berasal dari tumpukan kerikil. Al Imam Ahmad dan ath- Thabarani meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّمَا مَثًلُ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوْبِ كَمَثَلِ قَوْمٍ نَزَلُوْا بَطْنَ وَادٍ فَجَاءَ ذَا بِعُوْدٍ وَجَاءَ ذَا بِعُوْدٍ حَتَّى حَمَلُوْا مَا أَنْضَجُوْا بِهِ خُبْزَهُمْ وإِنَّ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوْبِ مَتَى يُؤْخَذ بِهَا صَاحِبُهِا تُهْلِكْهُ

Maknanya: “Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil, karena perumpamaan dosa-dosa kecil adalah seperti sekelompok orang yang singgah di sebuah lembah, maka satu orang membawa kayu, yang lain juga begitu, yang lain juga begitu sehingga mereka membawa kayu-kayu yang cukup untuk memasak roti mereka, dan sungguh dosa-dosa kecil ini jika orang dihisab karenanya maka ia akan membinasakannya”.  (H.R. Ahmad dan ath-Thabarani)

Yang dimaksud dengan al Muhaqqarat adalah dosa-dosa kecil. Hadits ini menunjukkan bahwa dosa-dosa kecil menjadi sebab jika orang terus menerus dan banyak melakukannya akan membawa kepada dosa-dosa besar, betapa banyak dosa kecil yang diremehkan oleh pelakunya sehingga terus dia lakukan dan kemudian menggiringnya kepada dosa besar, dan kadang menyampaikannya pada kekufuran, oleh karenanya sebagian ulama’ salaf mengatakan:

المعاصى بريدُ الكفرِ كما أن الحُمَى بريدُ الموتِ

“Perbuatan-perbuatan maksiat adalah pos menuju kekufuran sebagaimana demam pos yang mengantarkan kepada kematian” (Diriwayatkan oleh al Bayhaqi dalam Syu’ab al Iman). Semoga Allah menyelamatkan kita dari  berbagai keburukan.

Sedangkan jika kebohongan mengandung bahaya yang mengenai seorang muslim maka ini termasuk salah satu dosa besar wal ‘iyadzu billah. Di antara kebohongan yang sangat keji adalah berbohong kepada Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam. Nabi bersabda:

من كذب علي متعمدا فليتوأ مقعده فى النار

Maknanya: “Barang siapa berbohong terhadapku dengan sengaja maka dia akan mengambil tempatnya di neraka” (H.R. al Bukhari dan Muslim)

Jika kebohongan ini mengandung unsur menghalalkan perkara haram, disepakati keharamannya, orang yang terpelajar dan awam mengetahui keharamannya, dia tahu keharamannya seperti zina, liwath, membunuh, mencuri dan merampok atau mengandung unsur mengharamkan perkara halal yang jelas-jelas halal, disepakati kehalalannya, orang yang awam dan terpelajar mengetahui kehalalannya dan dia tahu kehalalannya seperti jual beli dan pernikahan maka kebohongan ini adalah kekufuran wal ‘iyadzu billah, seperti kebohongan yang dilakukan sebagian orang untuk membuat orang lain tertawa, dia katakan: “Allah ta’ala mengatakan: Jika engkau melihat orang buta maka doronglah sehingga ia jatuh tersungkur sungguh engkau tidak lebih mulia dari tuhan-nya”. orang ini menjadikan perkataan keji ini sebagai al Qur’an, maka ini adalah kekufuran wal ‘iyadzu billah.

Saudara-saudaraku seiman…

Ketahuilah bahwa berbohong adalah haram baik dikatakan dalam kondisi bercanda maupun serius, baik dilakukan untuk membuat orang tertawa atau tidak, Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam telah bersabda: 

ويل للذي يحدث القوم ثم يكذب ليضحكهم ويل له ويل له

 Maknanya: “Siksa yang pedih bagi orang yang berbicara kepada orang-orang, kemudian berbohong untuk membuat mereka tertawa, siksa pedih baginya, siksa pedih baginya” (H.R. Ahmad dalam Musnad-nya)

Yakni kebohongan seperti ini adalah dosa besar yang pelakunya berhak mendapatkan siksa yang pedih di akhirat.

Saudara-saudaraku  seiman

Di antara hal yang hendaknya diperingatkan agar dijauhi adalah apa yang dinamakan sebagian orang dengan “Kebohongan Awal April” atau disebut "April Fool" sebagai kebiasaan orang eropa, berbohong hukumnya adalah haram baik pada awal April maupun lainnya, apalagi dalam kebiasaan ini seringkali terjadi unsur menakut-nakuti seorang muslim. Si pembohong mengatakan kepadanya misalnyaa: “Anakmu mati” atau “Isterimu mengalami musibah begini dan begitu”, maka itu membuatnya takut wal ‘iyadzu billahi ta’ala. Menakut-nakuti seorang muslim hukumnya adalah haram.

Rasulullaah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

لا يَصْلُحُ الكَذِبُ في جِدٍّ ولا هَزْلٍ (رواه ابن أبي شيبة في المصنف)

"Tidak boleh berbohong, baik dalam keadaan sungguh-sungguh maupun bercanda" (HR Ibnu Abi Syaibah dlm kitab al-Mushannaf).

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar