Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah Tashawwuf Yang Sesungguhnya

Salah seorang kenamaan dari madzhab maaliki, Al Imam Al Faqih Ibnu Jamaah Al Harowi Al Maaliky Mālikiy (Tunisia, w. 742 H), beliau diminta salah seorang muridnya untuk mengarang kitab tashawwuf


Lantas apa yang beliau lakukan? 

Beliau justru mengarang buku tentang hukum-hukum jual beli (Al Buyū^). Lalu, Ada yang menganggap nya aneh dan bertanya; 

"Kenapa Panjenengan tidak mau memenuhi permintaan kami, yaitu mengarang kitab tashawwuf? Dan Justru menulis tentang jual beli." 

Beliau menjawab:

هذا هو التصوف لأن مدار التصوف على أكل الحلال ومن لم يعرف أحكام المعاملات لا يسلم من أكل الحرام بالربا والبيوع الفاسدة 

"Ini justru kitab tashawwuf yang sesungguhnya! Karena inti dari tashawwuf adalah mengonsumsi perkara yang halal (yakni melakukan sesuatu sesuai dengan tuntutan syariat). Karena siapapun yang tidak mengetahui hukum-hukum mu^āmalah -- yang sesuai dengan tuntutan para ulama terpercaya-- ia tidak akan selamat dari memakan yang haram dan transaksi-transaksi yang rusak (melakukan sesuatu yang tidak bersesuaian syariat)."

Senada dengan ungkapan ^Umar bin Al Khoththōb --rodliyallāhu ^anhu-- : 

لا يقعُد في سوقنا هذا الا من تفقه في الدين -- عمر بن الخطاب --

"Tidak boleh; tidak-lah patut duduk [bertransaksi] di pasar kami ini, kecuali orang yang sudah mengetahui (ilmu) hukum-hukum agama --tentang jual beli bagi para pedagang--" 

Sebagaimana dawuh Sayyidunā °Umar, sebelum melakukan sesuatu, umat Islam diwajibkan mengetahui -- dengan cara mengaji -- tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan-nya. Semisal bertani, berdagang, beternak, sewa-menyewa, gadai dan lain sebagainya. Dengan mempraktekkan ilmu, siapapun ia, maka ia adalah shufiy. Apapun profesi nya. 

Sebagaimana pengendika Al Junayd Ibnu Muhammad Al Baghdadiy, Sayyid Ath Thō-ifah Ash Shufiyyah; pemimpin kaum shufiy --di jaman-nya--, tashawwuf bukan-lah sekedar 'Qīla wa Qōla' 

التصوف ليس عبارة عن القيل والقال 

"Tashawwuf sejati bukan hanya sebatas pengetahuan --maqom tashawwuf ini-- maksudnya begini dan tokoh Fulan mengatakan bahwa maqom tashawwuf ini maksudnya begini." Sama sekali bukan! 

Dalam ajaran Islam yang agung itu, menurut nya -- rodliyallāhu 'anhu-- tashawwuf dapat ditemukan dengan menyedikitkan tidur, yakni mempraktekkan ilmu yang telah didapatnya misalnya dengan cara menghidupkan malam dengan kegiatan yang bermanfaat (sahr al layāliy). Dan menahan lapar; memperbanyak lapar. 

Bagi mereka kaum sufi hakiki, perkara yang wajib telah tuntas dilaksanakan, mereka telah lunas meninggalkan perkara yang dilarang, istiqomah dalam menjalankan ibadah yang sunnah. Bahkan perkara yang mubah pun ditinggalkan demi terhindar dari perkara yang syubhat; samar halal atau haram nya. 


Tashawwuf bukan-lah ajaran yang sama sekali terpisah dari fiqh. Justru fiqh adalah landasan bertashawwuf bagi siapapun. Bukan hanya ulama, kyai atau santri.

Tashawwuf adalah shofā- Al mu^āmalah (mu^āmalah yang jernih). Berkata, bertindak, berkeyakinan yang jernih, terbebas dari segala hal yang mengotori, yang sesuai dengan tuntunan para ulama-kyai yang kompeten. Bukan yang keruh; yang tak bersesuaian dengan ajaran Nabi dan para penerus-nya hingga sekarang. Tashawwuf dapat dipraktekkan oleh siapapun, kapan pun, dimana pun dalam keadaan apapun. Tentu hanya dapat dilaku-lampah kan oleh mereka yang telah berilmu secara memadai!! 

Pendeknya, tashawwuf adalah bagian integral fiqh. Tanpa ilmu agama yang dloruri, ^ilmu al hāl, ilmu paling minim yang wajib ^ayn dipahami oleh setiap mukallaf, bagaimana mungkin ia dapat meraih derajat shufiy?!! Mustahil! 

Bagaikan orang orang yang gembar-gembor 'hijrah' namun tidak tau arti hijrah sebenarnya dan bingung memulai nya dari mana? 

Disarikan dari Syarh Masā-il Ibn Jamā^ah Al Tūnisiy Fī Al Buyū^ dan berbagai sumber lain. 

Posting Komentar untuk "Inilah Tashawwuf Yang Sesungguhnya"