NEWS

Pahala Membaca Al Qur'an

قراءة القرءان

عن عائشة رضي اللَّه عنها أنها قالتْ: قالَ رسولُ اللَّهِ ﷺ: الَّذِي يَقرَأُ القُرْآنَ وَهُو ماهِرٌ بِهِ معَ السَّفَرةِ الكرَامِ البررَةِ، وَالَّذِي يقرَأُ القُرْآنَ ويتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُو عليهِ شَاقٌّ لَهُ أجْران. متفقٌ عَلَيْهِ.

• السَّفَرةِ: هم الكتبة من الملائكة.
•  البررَةِ: هم المطيعون.
• يتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُو عليهِ شَاقٌّ: أي يتردد عليه في قراءته لثقله على لسانه لكن مع تصحيح القراءة.

تنبيه

فلينتبه إلى أنه ليسَ المرادُ أن الجاهلَ الذي لا يُحسِن قراءَة القرءان إذا قرأ القُرءَان مع الخَطأ وتغيِيرِ الحُروف والحركات مِمَّا فيهِ إخلَالٌ بِالمعنَى وتَحريفُ اللفظِ له أَجرٌ، لا، بل هذا عليه مَعصِية، لأن الواجبَ عليه أن يَقرَأ على مَن أخذُوا القِراءَة عن العلماءِ حتى يُصَحِّحوا لَه إذا غَلِط فِي القِراءَة فيَتَعلَّم الصَّواب.

Dari 'Aisyah رضي اللَّه عنها, beliau berkata: Rasûlullâh ﷺ bersabda:
"Orang yang membaca Al-Quran lancar --benar, bertajwid-- akan bersama para malaikat yang mulia (as-safarah, malaikat pencatat amal), adapun orang yang membaca al-Quran tidak lancar --namun tetap benar membacanya: bertajwid-- tapi susah payah, dia mendapat 2 pahala" (Muttafaq 'Alaih)

• السَّفَرةِ: هم الكتبة من الملائكة.
•  البررَةِ: هم المطيعون.
• يتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُو عليهِ شَاقٌّ: أي يتردد عليه في قراءته لثقله على لسانه لكن مع تصحيح القراءة.

As-Safarah (السَّفَرةِ): mereka adalah para malaikat penulis (yang mencatat amal). Al-Bararah (البررَةِ): mereka adalah para malaikat yang taat (kepada Allah).
Membaca dengan susah payah (يتَتَعْتَعُ فِيهِ) yaitu mereka yang membaca Al Qur'an dengan terbata-bata/tersendat-sendat dalam membacanya karena berat di lidahnya, namun ia tetap berusaha membaca dengan benar sesuai makharijul huruf (sesuai tajwid).

Makna dari hadits ini yang menyebutkan *DUA PAHALA* bagi orang yang susah payah dan terbata bata, yang tidak lancar saat membaca AL QUR'AN, yaitu:
1. Pahala membaca dengan benar dan
2. pahala usahanya yang kuat, yang maksimal namun agak berat lidahnya saat membaca, mengeluarkan huruf dari makhraj yang benar dengan menerapkan sifat-sifat hurufnya dengan benar. 
Jadi, bacaannya itu 
*BUKAN SALAH MEMBACANYA* melainkan benar-bertajwid hanya saja lidahnya agak berat membacanya.

Referensi:
Riyadhush Shalihin: hadits no 992.
📖 RIYADHUSH SHALIHIN: kitab alfadhail, hlm 360: ta'liq, cet dar almasyari', 1425 h.

*Peringatan penting:*

Hendaknya diperhatikan bahwa yang dimaksud *bukanlah* orang yang tidak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, lalu membacanya dengan *salah* (mengubah huruf, harakat, sehingga mengubah makna atau melenceng dari lafadznya), lalu dikatakan ia tetap mendapat pahala, *Tidak-lah demikian.*
Justru hal itu merupakan *dosa* baginya, karena kewajiban atasnya adalah belajar membaca Al-Qur’an kepada orang-orang yang telah mengambil ilmu qiraat dari para ulama, sehingga jika ia salah dalam membaca, mereka dapat *memperbaikinya* dan ia belajar yang benar.

Intaha

Allâh Ada Tanpa Tempat
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar